Take a fresh look at your lifestyle.

Hadiah Rp200 Juta, Penulis Salwa Bakr dan Denny JA Terima Penghargaan Sastra BRICS Pertama

0 62

Kairo, majalahintrust.com – Penulis Salwa Bakr dari Mesir dan Denny JA dari Indonesia menerima Penghargaan Sastra BRICS Pertama. Hadiah yang diterima masing-masing sebesar 200 juta rupiah pemenang dari Indonesia dan 600 ribu EGP, untuk pemenang dari Mesir, termasuk plakat, dan souvenir buku.

Penghargaan sastra bergengsi ini secara resmi diserahkan pada tanggal 24 Januari di Hall Internasional, Pameran Buku Internasional Kairo Mesir oleh Direktur Eksekutif Penghargaan BRICS, Aleksander Okstovich, didampingi Direktur Eksekutif BRICS Literature Network, Vadim Terekhin, dan Koordinator BRICS Mesir, Douha Mostafa.

Para pemenang dipilih berdasarkan hasil pemungutan suara dewan juri profesional internasional. Melalui beberapa tahap, pengumuman lebih dari 30 nama dari Long List di Brasil, 10 nominasi shortlist di Jakarta, Indonesia, dan pengumuman dua pemenang terbaik di Rusia.

Salwa Bakr dikenal sebagai salah satu tokoh sastra terkemuka yang menulis dalam bahasa Arab. Ia telah menulis 7 novel, 7 kumpulan cerpen, dan sebuah drama, yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa-bahasa Eropa.

Dalam sambutannya, Vadim menegaskan bahwa penganugerahan Penghargaan Sastra BRICS yang pertama merupakan sinyal bahwa sastra negara-negara anggota BRICS tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang budaya global.

“Kepada Salwa Bakr dan Denny JA kami berharap agar penghargaan ini menjadi awal dari perjalanan panjang dan sukses dalam dunia sastra, serta menjadi prolog menuju pengakuan tidak hanya di negara-negara BRICS, tetapi juga di seluruh dunia. Karya mereka akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa,” ujarnya.

Salwa, yang meraih penghargaan utama, merasa kecewa karena Kementerian Kebudayaan Mesir tidak hadir bahkan tidak mengirimkan wakilnya. Padahal, ia merasa novel yang memenangkan Penghargaan Sastra BRICS itu justru mengangkat budaya Mesir.

Penghargaan khusus “Untuk Inovasi di Bidang Sastra” diberikan kepada penulis asal Indonesia, Denny JA, atas kontribusinya yang luar biasa dalam pengembangan genre puisi esai, yang menggabungkan unsur faktual dan liris.

Dalam pidatonya, Denny JA menegaskan peran sastra dan budaya di dunia global. Ia juga menjelaskan tentang perjuangannya menemukan genre baru puisi esai yang menggabungkan imajinasi, fakta, dan data, hingga diakui dunia, seperti yang dibacakan Sastri Bakry, Koordinator Sastra BRICS Indonesia karena Denny sedang melaksanakan tugas yang tak bisa ditinggalkan

“Sastra dunia saat ini masih sangat dipengaruhi oleh tradisi Barat. Ini adalah sejarah, bukan permusuhan. Dari kehidupan biasa, ada cerita luar biasa yang menunggu untuk didengar. Dari Mesir, sebuah tanah yang mengajarkan kemanusiaan bagaimana mengingat, aku diingatkan mengapa kita menulis. Kita menulis agar penderitaan tidak dihapus oleh waktu. Kita berinovasi agar bahasa dapat terus menyembuhkan,” kata Denny JA.

Kepada para penulis muda dari Global South, Denny berpesan agar terus menulis, karena lokal akan mengglobal sejalan dengan waktu. Semoga BRICS terus berkembang, tidak hanya dalam ekonomi, perdagangan, dan politik, tapi juga dalam masa depan moral dan budaya kemanusiaan kita bersama.

Acara penghargaan yang dilaksanakan di salah satu Hall Internasional di Pameran Buku Kairo, dihadiri oleh penulis, sastrawan, wartawan, dan perwakilan BRICS Rusia, Mesir, Indonesia, serta mahasiswa Indonesia pengunjung Pameran Buku.

Penghargaan Sastra BRICS dibentuk pada tahun 2024 dalam forum “Nilai-Nilai Tradisional”. Tujuan penghargaan ini adalah untuk mendorong dialog antarbudaya dan penyebaran nilai-nilai tradisional melalui karya sastra. r-ns

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.