Padang,majalahintrust.com – Danil Jusari serap aspirasi para advokat yang tergabung dalam keanggotaan DPC PERADI SAI Padang, pada kegiatan malam keakraban sekaligus deklarasi pencalonan dirinya untuk memimpin organisasi tersebut, Jumat (23/1/2026) di Axana Hotel Padang.
Para anggota DPC PERADI SAI Padang rata-rata mengeluhkan persoalan persoalan transparansi , persoalan kantor DPC PERADI, persoalan ekskusifitas, persoalan kesejahteraan anggota, serta persoalan kepedulian pengurus terhadap anggota jika nanti bermasalah dengan hukum dalam membela klien.
Dalam forum tersebut, Daniel Jusari memastikan persoalan-persoalan yang disampaikan anggota twrsebut akan dirubah pada kepengurusan baru, jika Ia diamanahkan memimpin DPC PERADI SAI Padang
Hal tersebut juga sesuai dengan visi perubahan dengan mengusung tema “Bersama Mewujudkan PERADI SAI Padang yang Lebih Kuat, Bermartabat, dan Modern”
Ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparansi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen organisasi.
“Ke depan, pengelolaan keuangan organisasi harus transparan dan dapat diakses anggota melalui website resmi. Kami juga akan membangun database anggota sebagai bagian dari transformasi digital di era Society 5.0,” kata Daniel.
Daniel juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas anggota. Menurut dia, kualitas dan kuantitas anggota harus berjalan seimbang. Untuk itu, DPC wajib aktif menyelenggarakan pendidikan berkelanjutan minimal sekali dalam tiga bulan.
Ia menegaskan, organisasi juga harus hadir membela anggota apabila menghadapi persoalan hukum dalam menjalankan profesi. “DPC tidak boleh abai. Harus ada keberpihakan dan pendampingan ketika anggota menghadapi persoalan profesi,” ujarnya.
Selain itu, Daniel berkomitmen memperkuat peran organisasi di ruang publik melalui komunikasi aktif dengan aparat penegak hukum (APH) dan institusi peradilan. Ia berencana menginisiasi forum hearing rutin dengan mitra strategis advokat.
Daniel juga membuka kemungkinan pembebasan iuran anggota melalui penguatan kerja sama eksternal dan tata kelola organisasi yang profesional. Ia menegaskan komitmennya membangun budaya organisasi yang terbuka terhadap kritik.
“Visi kami adalah mengubah PERADI SAI yang selama ini terkesan eksklusif menjadi organisasi yang inklusif, profesional, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkas Danil.(ridho)