Tim Fasilitator PNP Dampingi Program Revitalisasi SMA, Wujud Nyata Peran Kampus Bagi Masyarakat

Padang,majalahintrust.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia tahun 2025, salah satunya Program Revitalisasi SMA di wilayah provinsi Sumatera Barat.

Kemendikdasmen menunjuk Politeknik Negeri Padang (PNP) sebagai Perguruan Tinggi pendamping untuk membentuk tim fasilitator yang bertugas melakukan peninjauan lapangan secara periodik.

Selama enam bulan, dimulai dari tanggal 1 Juli hingga 31 Desember 2025, tim fasilitator PNP yang beranggotakan Andi Syukri, S. T., M.Sc., Muhammad Fajrul Falah, S. T., M.T., B. Army, S. T., M.T. dan Armia Lara Sahti, S. T., M.T. melakukan pendampingan guna memastikan keterlaksanaan program sesuai dengan rencana kerja dan sasaran yang telah ditetapkan.

Salah satu sekolah yang mendapat bantuan pada program revitalisasi ini adalah SMAN 2 Lubuk Alung yang berlokasi di Jalan Gedung Perintis Kasiak Putiah Singguling, Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

SMAN 2 lubuk Alung mendapatkan dana bantuan revitalisasi sebesar Rp 1.403.795.000. Dana tersebut dipergunakan untuk melakukan Pembangunan antara lain: Pembangunan ruang BK, ruang UKS, ruang Laboratorium IPA, ruang administrasi dan toilet.

Kepala Sekolah SMAN 2 Lubuk Alung Irwan Arnes, S.Pd., M. Pd mengungkapkan bahwa program revitalisasi ini sangat membantu dalam pengembangan sarana-prasarana sekolah dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Pembangunan baru ruang BK, ruang UKS, ruang Laboratorium IPA, ruang administrasi dan toilet tentu akan menambah semangat belajar siswa dan motivasi guru untuk mengajar semakin meningkat,” ucapnya

Ketua Tim fasilitator Andi Syukri, S. T., M. Sc mengatakan, tugas fasilitator di lapangan cukup berat karena harus memastikan pembangunan terlaksana dengan baik, tepat biaya, tepat mutu dan tepat waktu.

Dia menambahkan, pendampingan dan peninjauan lapangan secara periodik ini akan meminimalisir pihak kontraktor yang akan mencuri spek bahan bangunan yang berdampak pada berkurangnya kualitas bangunan.

“Proses Pembangunan sekolah akan terus di monitoring dan dilaporkan secara berkala kepada pihak Direktorat SMA. Istilahnya, kami adalah malaikat Raqib-Atid yang tugasnya mencatat baik-buruknya proses pembangunan di sekolah” tegasnya

Muhammad Fajrul Falah, S. T., M. T. salah seorang fasilitator mengatakan bahwa tugas fasilitator antara lain melakukan pemantauan progres pelaksanaan revitalisasi, identifikasi kendala yang dihadapi, serta pemberian rekomendasi teknis sebagai upaya perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan program revitalisasi.

Dia menambahkan, program revitalisasi ini bersifat swakelola, dimana bahan baku bangunan hingga pekerja lokal dilibatkan dalam program ini. Selain itu, sekolah diharapkan mampu mandiri dan lebih cepat membangun fasilitas sekolah yang diusulkan.

Kehadiran fasilitator pendamping dari perguruan tinggi diharapkan mampu membantu pihak sekolah yang bukan ahli dalam bidang kontruksi agar kualitas bangunan yang dihasilkan sesuai dengan standar teknis yang ada.

“Kami selaku perpanjangan tangan dari Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA) akan terus memonitor Pembangunan secara periodik untuk memastikan pembangunan terlaksana dengan baik sesuai dengan kaidah ilmu teknik sipil,” ucapnya.

Program pendampingan ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi dan solusi nyata kepada masyarakat.

Ia berharap, bantuan revitalisasi ini akan berkelanjutan sehingga menjangkau lebih banyak sekolah dan memaksimalkan sarana-prasarana sekolah yang sudah tidak layak serta membantu perekonomian lingkungan sekitar melalui prinsip swakelola.(*)

Comments (0)
Add Comment