Cegah Karies Sejak Awal: Edukasi Kesehatan Gigi dan Skrining Gigi Molar Pertama Permanen pada Anak Usia Sekolah
Oleh drg.Yona Ladyventini M.Kes
Gigi molar pertama permanen berperan penting dalam fungsi mastikasi dan pembentukan oklusi yang stabil pada anak. Sayangnya, gigi ini memiliki risiko tinggi mengalami karies, terutama pada anak usia sekolah dasar (6–12 tahun), karena kurangnya pengetahuan tentang perawatan gigi permanen, kebiasaan menyikat gigi yang belum optimal, serta konsumsi makanan kariogenik yang tinggi [1–3].
Studi menunjukkan bahwa karies pada gigi molar pertama sering kali telah mencapai dentin sebelum terdeteksi, sehingga menyebabkan komplikasi lebih lanjut [3].Selain faktor perilaku anak, minimnya pengetahuan orang tua mengenai waktu erupsi dan pentingnya perawatan gigi molar pertama juga turut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian karies [7].
Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui edukasi dan deteksi dini sebagai bentuk intervensi strategis untuk menjaga kesehatan gigi anak secara menyeluruh.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2025 telah berlangsung sesuai dengan tahapan yang direncanakan dalam proposal. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan gigi kepada siswa, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar, serta skrining gigi molar pertama permanen pada 24 siswa SD Negeri 41 Kuranji.
1. Pelaksanaan Edukasi Kesehatan Gigi
Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, poster, dan demonstrasi teknik menyikat gigi. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu merespons materi dasar mengenai fungsi gigi molar pertama serta cara menjaga kebersihan gigi. Kegiatan edukasi sejalan dengan bukti ilmiah bahwa pendekatan visual-interaktif efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada anak usia sekolah (Novia et al., 2019).
2. Hasil Skrining Gigi Molar Pertama Permanen Pemeriksaan dilakukan pada seluruh (100%) siswa kelas 3 dengan sasaran berjumlah 24 orang. Data hasil skrining menunjukkan:
Status Karies Gigi Molar Pertama
Berdasarkan empat gigi molar pertama permanen (16, 26, 36, 46), diperoleh:
• 10 dari 24 siswa (41,7%) mengalami karies pada setidaknya satu gigi molar pertama permanen.
• Temuan ini konsisten dengan penelitian Liwe et al. (2015) dan Silaban (2013) yang melaporkan tingginya kerentanan karies pada gigi molar pertama anak sekolah dasar.
Gambaran Distribusi Karies Molar Pertama
• Mayoritas kasus karies ditemukan pada gigi molar pertama rahang bawah (36 dan 46), mengikuti pola umum bahwa pit-fissure posterior lebih rentan karies.
• Sebagian besar anak dengan karies belum pernah mendapatkan pemeriksaan gigi sebelumnya.
3. Analisis dan Implikasi Kesehatan
Tingkat karies molar pertama yang mencapai 41,7% menunjukkan bahwa kebutuhan deteksi dini dan tindakan preventif sangat mendesak. Temuan ini memperkuat urgensi intervensi pencegahan, termasuk edukasi berkelanjutan dan rujukan untuk tindakan lebih lanjut seperti penambalan dini atau pemberian fissure sealant (Widyastuti et al., 2021).(***)