Take a fresh look at your lifestyle.

Gingivitis, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobatinya

0 59

 

Oleh : drg Adri Yenni M.Kes

Gingivitis adalah peradangan pada gingiva atau gusi. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh penumpukan plak pada gigi yang berasal dari sisa makanan.

Gingivitis termasuk dalam penyakit rongga mulut yang paling sering terjadi. Radang gusi atau gingivitis adalah kondisi ketika gusi atau gingiva mengalami peradangan dan pembengkakan.

Penyebab Gingivitis : Penyebab umum gingivitis adalah perawatan gigi atau gusi yang buruk, misalnya jarang sikat gigi, sehingga memungkinkan terbentuknya plak gigi. Penumpukan plak dapat memicu pembengkakan pada jaringan gusi dan sekitarnya.

Awalnya, plak akan terbentuk di gigi kemudian berubah menjadi karang gigi. Karang gigi tersebut dapat menjadi tempat bertumbuhnya bakteri dan membuat plak lebih sulit dihilangkan, hingga akhirnya menciptakan perisai pelindung bagi bakteri dan mengiritasi garis gusi. Ketika gusi mengalami iritasi, lama-kelamaan gusi akan menjadi bengkak dan mudah berdarah.

Gingivitis terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu gingivitis golongan infeksi dan noninfeksi.

Gingivitis golongan infeksi umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Adapun beberapa bakteri yang sering menyebabkan gingivitis adalah Streptococcus. Kemudian, disusul oleh bakteri Fusobacterium, Actinomyces, dan Treponema.

Sementara itu, beberapa faktor penyebab gingivitis noninfeksi yaitu:

• Kekurangan vitamin C serta ketidakseimbangan antara kadar asam lemak omega-6 dan omega.
• Perubahan hormon, misalnya pada masa kehamilan dan pubertas.
• Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat untuk serangan jantung dan hipertensi atau obat epilepsi.
• Tambalan gigi yang lepas atau rusak.
• Mulut kering
• Terdapat turunan keluarga yang juga rentan mengalami radang gusi.
• Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kanker, dan HIV/AIDS.

Gejala Gingivitis : Gingivitis jarang menimbulkan gejala yang signifikan sehingga sering diabaikan oleh penderitanya. Namun, jika dibiarkan dalam waktu lama, gingivitis dapat menyebabkan beberapa gejala umum yaitu:

• Nyeri yang tajam dan intens, terutama saat sedang mengunyah, berbicara, atau menggigit makanan.
• Pembengkakan pada gusi
• Gusi berwarna merah terang, merah gelap, atau lebih gelap dari warna gusi biasanya.
• Gusi mudah berdarah, misalnya saat sedang menyikat gigi
• Bau mulut.
• Gusi menjadi lunak.
• Gusi turun atau menyusut.

Pencegahan Gingivitis : Gingivitis atau Radang gusi adalah suatu kondisi yang bisa dicegah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menjaga kebersihan gigi dan mulut bisa dilakukan melalui beberapa cara, di antaranya adalah menyikat gigi dengan benar minimal dua kali sehari, terutama saat bangun tidur di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari, serta membersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss.

Selain itu, juga menghindari kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula atau beralkohol, mengontrol kadar gula darah secara rutin (bagi penderita diabetes), serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya 1 tahun sekali.

Pengobatan Gingivitis : Tujuan utama pengobatan gingivitis adalah meredakan peradangan yang terjadi pada gusi serta mencegah penumpukan plak untuk menghindari peradangan kambuh kembali.

Beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi untuk mengatasi gingivitis adalah sebagai berikut:
1. Scaling dan root planing
Scaling bertujuan untuk menghilangkan plak yang menempel di permukaan gigi serta gusi, sementara root planing digunakan untuk menjaga permukaan gigi tetap licin agar bakteri tidak bisa menempel.
2. Obat kumur mikroba (antimicrobial mouthwash)
Obat kumur ini digunakan untuk membunuh bakteri penyebab gingivitis.
3. Pembersihan gigi
Pembersihan gigi menggunakan filling, bridge, atau dental crown.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala gingivitis, seperti obat antinyeri, antiradang, dan antibiotik (bila pasien mengalami infeksi).

Gingivitis sebaiknya mendapatkan pengobatan sesegera mungkin agar tidak berkembang menjadi periodontitis yang dapat menyebabkan gigi mudah lepas dan meningkatkan risiko penyakit jantung.(***)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.