Take a fresh look at your lifestyle.

Jalan Tol Seksi Sicincin/Kayu Tanam – Bukittinggi akan Dibagi Menjadi Dua Segmen

0 39

Jakarta, majalahintrust.com – Rencana kelanjutan pembangunan jalan tol Padang – Pekan Baru seksi Sicincin/Kayu Tanam – Bukittinggi kembali dibahas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi Sumbar, Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Kota Bukittinggi dan Padang Panjang.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan pembangunannya direncanakan akan dibagi ke dalam dua segmen utama, yakni segmen Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer dan segmen Bukittinggi – Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer.

Masing-masing segmen dilengkapi satu simpang susun (simpang susun) untuk mendukung konektivitas antar wilayah. Diperkirakan, kebutuhan biaya untuk pembangunan seksi Sicincin/Kayu Tanam – Bukittinggi ini mencapai 25,23 triliun rupiah.

“Perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi,” ungkap Gubernur Mahyeldi usai mengikuti rapat pembahasan terkait hal tersebut di ruang rapat Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, khusus ruas Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang rencananya akan dibangun dua terowongan sepanjang 5,85 kilometer. Terowongan pertama sepanjang 5,5 kilometer dan terowongan kedua sepanjang 0,35 kilometer.

Selain itu, sistem pembangunan jalan pada trase tersebut direncanakan menggunakan skema kombinasi. Sepanjang 4,45 kilometer pada permukaan tanah (diatas permukaan tanah), 10 kilometer jembatan dan sisanya terowongan.

Sementara pada segmen Bukittinggi – Padang Panjang direncanakan akan dibangun menggunakan skema grade sepanjang 17 kilometer dan jembatan 2,71 kilometer.

“Mengingat karakteristik medan yang cukup komplek dan perlu terowongan, maka diperlukan survei dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini, survei topografinya sudah selesai dilaksanakan,” ungkap Mahyeldi

Tahapan selanjutnya adalah survei geoteknik berupa penyelidikan pengeboran atau penyelidikan tanah melalui pengeboran vertikal. Direncanakan akan dilaksanakan pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026 mendatang.

“Degan syaratnya, izin masuk hutan lindungnya sudah keluar dari Kementerian terkait. Jika itu belum terbit, tim survei belum bisa bekerja,” jelas Gubernur Mahyeldi

Agar pembangunan ruas tol Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang dan Padang Panjang – Bukittinggi dapat segera dimulai, Mahyeldi berharap, dukungan penuh dari lintas sektor. Tidak hanya dari pemerintahan diberbagai tingkatan tapi juga dari masyarakat, khususnya dalam tahapan pembebasan lahan.

Selain unsur Pemerintah Daerah dan Kementerian PU RI, rapat pembahasan tersebut juga menghadirkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, jajaran Kementerian Kehutanan RI, dan Dirut Hutama Karya, serta Ketua Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia. ns-adpsb-bud

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.