Tanah Datar, majalahintrust.com – Pemuda Nagari Taluak Kecamatan Lintau Buo adakan pacu biduak di Talago Anguih dan dibuka langsung Bupati Tanah Datar Eka Putra.
Bupati Eka Putra memberi apresiasi dan mengucapkan terima kasih pada panitia dan pemuda nagari tersebut yang telah dengan penuh semangat menggelar acara tersebut sehingga para perantau yang pulang kampung bisa bernostalgia menyaksikan pacu biduak tersebut.
“Luar biasa pemuda nagari Taluak yang telah menggelar acara ini, bisa menghibur masyarakat dan perantau yang pulang kampung. Perantau yang mudik bisa bernostalgia ingat masa kecil dulu nonton pacu biduak. Bisa mengangkat potensi wisata dan masayarakat juga bisa berjualan untuk meningkatkan ekonomi, tapi harga nya jangan main patok sembarangan,” ujarnya.
“Waktu saya kecil dulu juga suka nonton pacu biduak, dulu pulangnya naik angkot sampai Balai Tangah, terus jalan kaki sampai ke Tanjuang Bonai. Asyik dan menjadi kenangan indah buat dikenang,” kisahnya.
Bupati Eka Putra juga minta ini terus dilestarikan dan dipromosikan karena pacu biduak ini bisa mengangkat potensi daerah dan juga sebagai ajang mencetak bibit-bibit olah ragawan khusus atlit cabang pacu dayung atau pacu biduak.
“Banyak potensi yang dapat diangkat dari pacu biduak ini, selain potensi olah raga, pariwisata, ekonomi juga dapat dijadikan program unggulan satu nagari satu event,
Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar Wendri Aswil menyampaikan jika Pacu Biduak atau sampan tersebut merupakan agenda tahunan dan biasanya di Hari Raya Idul Fitri ataupun Idul Adha. Itupun jika talago anguih atau telaga tidak kering, karena hingga saat ini telaga tersebuh hanya mengandalkan air hujan.
“Kegiatan ini biasanya rutin setiap tahun namun kendalanya air, dimana telaga ini mengandalkan air hujan. Jika musim kemarau telaga ini bisa kering, dari itu kami mohon kepada pemerintah daerah ada solusinya. Ada sumber air yang bisa dialirkan, sehingga telaga tidak kering dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan,” ujar Wendri.
Wali Nagari Taluak Pendi Aswil menyebut pancu biduak yang digagas generasi muda ini rutin dilaksanakan setiap tahun namun juga tergantung musim juga.
Ajang ini juga sebagai wujud silaturrahmi sesama warga baik perantau maupun yang diranah atau kampung. Di Nagari Taluak ada 7 talago namun itu juga bergantung pada air hujan. Dari itu Ia berharap pemerintah daerah dapat mencarikan solusi. M.Dt
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.