Take a fresh look at your lifestyle.

Pentingnya Mindset “Saya Tidak Bisa Tidur Jika Belum Sikat Gigi”

Program Pengabdian Masyarakat Dorong Kebiasaan Sehat Sejak Dini

0 121

 

Padang, majalahintrust.com – Kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur masih sering diabaikan anak-anak, padahal kebiasaan sederhana ini memiliki dampak besar terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas melaksanakan program edukasi bertajuk “Saya Tidak Bisa Tidur Jika Belum Sikat Gigi” di SD Negeri 12 Pisang, Kecamatan Pauh.

​Ketua tim pengabdian Haria Fitri menyebut, kegiatan ini bertujuan sebagai strategi membangun mindset positif dan kebiasaan rutin pada anak usia sekolah. Upaya ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi masalah kesehatan gigi pada anak di Indonesia.

Menurut Riskesdas 2018, sekitar 57,6% anak usia 5–12 tahun mengalami karies aktif, dan hanya 2,8% masyarakat Indonesia yang menyikat gigi pada waktu yang benar, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

​Program edukasi yang diselenggarakan oleh tim pengabdian masyarakat mencakup penyuluhan mengenai pentingnya kesehatan gigi, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar, materi visual yang menarik.

Namun, yang menjadi kekuatan utama program ini adalah penggunaan Kalender Pemantauan Kebiasaan Menyikat Gigi Selama 4 Minggu, yang diisi langsung oleh siswa dan didampingi orang tua di rumah.

​Haria Fitri juga menyampaikan bahwa metode kalender dipilih karena terbukti membantu anak membangun kebiasaan melalui penguatan visual dan keterlibatan orang tua.

“Anak-anak cenderung lebih disiplin ketika mereka dapat melihat perkembangan kebiasaan hari demi hari. Kalender pemantauan ini mendorong konsistensi, sekaligus melibatkan orang tua dalam pengawasan,” ujarnya.

Kalender tersebut digunakan sebagai alat monitoring sederhana namun efektif. Setiap malam, siswa menandai apakah mereka sudah menyikat gigi sebelum tidur.

Evaluasi dilakukan setelah empat minggu, dan hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan. Frekuensi menyikat gigi siswa mencapai lebih dari 80%, sementara keterlibatan orang tua dalam mendampingi kebiasaan tersebut juga meningkat dengan capaian serupa.

“Program ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif yang tepat dapat membentuk perilaku sehat pada anak secara berkelanjutan. Dengan menanamkan mindset “Saya tidak bisa tidur jika belum sikat gigi”,diharapkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar kesehatan dan terhindar dari masalah gigi di masa mendatang,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.