Tanah Datar, majalahintrust.com – Peserta pelatihan jurnalistik SMAN 2 Lintau melakukan kunjungan ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tanah Datar untuk menambah wawasan dan pemahaman mengenai dunia pers dan jurnalistik
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan ekstrakurikuler jurnalistik sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi dan keterampilan menulis siswa.
Rombongan didampingi oleh Erlina Susanti, S.Pd., Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 2 Lintau Buo, serta Fitria Melda, S.Pd., dan Roma Fitra, S.A.P., selaku Pembina Majalah Dinding.
Kedatangan rombongan diterima Ketua PWI Tanah Datar Chandra Antoni, S.E., yang juga wartawan Pos Metro, Ketua Dewan Pembina Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, S.H., M.H dan.Yuldaveri, S.Sos. yang ketua PWI Priode sebelumnya, Joni Hermanto, S.H., Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan serta Meriyanto selaku Ketua Bidang Kebudayaan PWI Tanah Datar
Sebelum kegiatan dimulai, Erlina Susanti menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua PWI Tanah Datar beserta seluruh pengurus yang telah menyambut rombongan, dan berharap kunjungan ini menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi para siswa.
Ketua PWI Tanah Datar Chandra Antoni menyampaikan apresiasi atas kunjungan peserta pelatihan dan guru pendamping, serta merasa bangga bahwa pendidikan jurnalistik dapat diselenggarakan sebagai pendidikan ekstrakurikuler
“Bagi kami di PWI Tanah Datar, kedatangan peserta jurnalistik dari SMAN 2 Lintau ini baru yang pertama. Kami juga merasa bangga bahwa pendidikan jurnalistik dapat diselenggarakan sebagai pendidikan ekstrakurikuler,” ujarnya
Chandra juga menekankan bahwa kegiatan ini dapat menambah wawasan serta meningkatkan kemampuan literasi siswa.
Selanjutnya, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali memberikan paparan mengenai penulisan jurnalistik dan kode etik jurnalistik, sekaligus memberikan apresiasi kepada SMAN 2 Lintau atas inisiatif mengadakan ekstrakurikuler jurnalistik.
Para pembina PWI juga memotivasi siswa untuk menulis tentang apa yang mereka lihat di sekelilingnya, termasuk peristiwa yang terjadi di sekitar, yang dapat dituangkan dalam bentuk berita atau tulisan lainnya.
Joni Hermanto memaparkan secara khusus tentang kode etik jurnalistik dan menyinggung pentingnya membedakan informasi dari media sosial dengan informasi yang sudah tersusun dalam bentuk narasi berita.
Selain itu, Yuldaveri dan Meriyanto juga memberikan masukan dan saran kepada peserta mengenai teknik penulisan berita agar lebih baik, jelas, dan menarik bagi pembaca.
Pihak PWI membuka ruang bagi para siswa untuk membagikan pengalaman mereka terkait kegiatan jurnalistik di sekolah, berdiskusi, dan bertanya langsung mengenai praktik jurnalistik di lapangan.
Melalui kunjungan ini, peserta pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis dan memahami pentingnya penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. M.Dt