Take a fresh look at your lifestyle.

Unes Peringati Hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M

0 39

Padang, majalahintrust.com – Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag menjadi penceramah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M dengan tema jadikan peringatan Isra’ Mi’raj ini sebagai momentum memperbaiki kualitas dan kuantitas sholat kita. Acara ini diselenggarakan di Masjid Al Mustari Unes-AAI, Jum’at (30/1).

Kegiatan Isra’ Mi’raj itu dihadiri Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP) Dr. Andi Syahrum Makkuradde, S.E., S.S., M.Si, Wakil Rektor I, para Dekan dan Ketua Prodi serta Tenaga Kependidikan Unes dan AAI, SMA Ekasakti dan TK Ekasakti.

Pada acara itu juga diberikan hadiah bagi jema’ah yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Ust. Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag sesuai dengnan materi ceramah yang diberikan.

Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag mengatakan kuantitas, kualitas dan disiplin akademik, kualitas sholat relevansinya dengan disiplin akademik. Bagi kita umat Islam, apapun bentuk perintah agama, larangan agama, iven agama semua sistem yang ada dalam agama pada dasarnya inti mesin agama kita, jadi diservis oleh agama itu adalah inti utama manusia yaitu bangunlah jiwanya, bangunlah raganya.

“Mengapa orang sholat, mengapa ada perintah zakat, mengapa ada perintah bermu’amalah dengan baik, abdu minnallah abdu minannas, semua sistem agama ada lima dalam ibadah, perintah wajib, ada larangan dalam, ada yang anti sipasi, ada sifatnya prevenif, ada sifatnya motivasi dan dorongan,” ujar Duski.

Sistem agama itu lima saja kata Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag. Yaitu kalau nggak wajib, sunat, makhruh, haram dan halal. Dari lima itu ada lagi garis pembatas ada namanya ibadah, ada namanya mu’amalah, ada namanya abdu minallah dan ada abdu minannas.

Abdu minnallah ibadah itu sudah di susun daftarnya dan sudah terukur, indikatornya tidak usah dicari lagi, termasuk sholat, puasa, zakat, haji, tidak perlu ada penjelasan apapun yang sangat teknis, yang sangat luas itu mu’amalah.

Prof. Harun Nasution tokoh ummat islam di Indonesia beliau mengatakan hanya 2,5% dari ayat ayat Al Qur’an itu yang menjelaskan soal ibadah. Sedang 97,5 % urusan untuk dunia, bagaimana mendapatkan kerja, dimana reski mau dicari, apa mesti dilakukan dan sebagainya, akhirat hanya 2,5% untuk beribadah, aqidah, do’a.

Dikatakan inti dari isra’ mi’raj itu adalah sholat. Karena isra’ mi’raj itu pristiwa spritual, spiritual yang bisa dipahami oleh orang yang punya spiritual, dan tidak terpahami oleh makhluk selain manusia, manusia yang ada jiwanya. Kalau jiwanya mati dia tidak akan paham pula dengan spiritual dan jiwa. Sesungguhnya sholat itu ada waktunya, ia adalah kewajiban yang punya waktu. Dalam tema kita kualitas dan kuantitas sholat, kuantitasnya sholat wajib pada waktunya, sholat tahajud ini waktunya, sholat duha ini waktunya, ada taiming taiming yang sudah diberikan dan rambu rambu sedemikian rupa.

“Bagaimana memahaminya dan menginternalisasikan baik dalam diri kita bahwa sholat itu bisa membentuk kedisiplinan hidup kita, kalau kita tidak percaya atau masih ragu. Tidak ada seorang Profesor itu waktunya tidak terjadwal. Disiplin waktu, disiplin menentukan dimana dan bagaimana cara kita hidup, belajar sama orang sukses,” ujar Ust. Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag.

Selesai ceramah isra’ mi’raj dilanjutkan dengan pertanyaan kepada para jemaah untuk menjawab pertanyaan berkisar materi yang disampaikan oleh Ust. Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag dipandu oleh Ust. Dr. Slamet Riyadi, M.Ag.

Bagi yang dapat menjawab pertanyaan tersebut diberikah hadiah berupa bingkisan sebanyak 5 orang dan berupa uang juga sebanyak 5 orang. Pemenang yang mendapat bingkisan diserahkan oleh Penceramah Isra’ Mi’raj, Rektor Unes, Ketua YPTP, Warek 1, Dekan Fisipol dan penyerahan hadiah berupa amplop diserahkan oleh Prof. Dr. H. Agussalim, S.E., M.S., MCE. Ketua Masjid Al Mustari Unes-AAI. r-ns

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.