Take a fresh look at your lifestyle.

Dosen PNP Buat Scanner Suhu Pendeteksi Covid 19

277

PADANG – Luar biasa, kalimat tersebut pantas kiranya diucapkan kepada Politeknik Negeri Padang. Meski Pandemi Covid 19 terus mendera, namun tak membuat Civitas Akademika Kampus vokasi ini berhenti berinovasi.

Kali ini PNP membuat terobosan baru dengan menciptakan perangkat scanner panas yang dapat mendeteksi suhu tubuh manusia. Dosen Teknik Elektronika PNP Hendrick, ST., MT., Ph.D pelakunya, dibantu oleh empat orang mahasiswa Prodi D4.

Sabtu (31/10/2020) pagi, alat tersebut diuji coba pada acara Wisuda PNP ke-58 yang digelar secara virtual di Ruang Pertemuan Lantai II Gedung C PNP.

“Perangkat scanner panas untuk pengecekan suhu tubuh ini baru selesai kami buat. Ini baru pertama kali kami ujicoba pada acara wisuda PNP hari ini. Perangkat ini dapat membaca suhu tubuh manusia yang diduga terpapar Covid-19,” kata Hendrick di sela-sela wisuda PNP ke 58.

Alumni Politeknik Unand angkatan 1996 itu juga memaparkan cara kerja perangkat yang merupakan bagian dari teknologi Internet of Things. Perangkat ini terdiri dari dua kamera, yaitu kamera pengukur suhu panas dan kamera untuk scanning wajah.

Ia menguraikan, kamera pengukur panas ini jenisnya flir lepton 3,5 yang dipesan dari Amerika dan kamera jenis ini biasanya digunakan untuk militer, karena memiliki keakuratan yang tinggi. Sedangkan kamera scanning wajah, sama dengan kamera biasa seperti kamera CCTV, namun untuk pengolahan scanning wajah, menggunakan metode deep learning.

“Metode deep learning ini bisa mendeteksi tubuh manusia atau objek lebih dari tiga untuk sekali scanning. Jadi, tidak memakan waktu dan proses scanningnya cepat. Karena setelah wajah discanning, kamera pengujur suhu langsung bekerja. Dan hasil scanner panasnya ditampilkan di layar monitor melalaui program python,” ujarnya.

Biaya pembuatan perangkat scanner panas ini ungkapnya, tidak sampai Rp10 juta dan waktu pengerjaan tidak sampai 1 bulan. Perangkat scanner panas ini cocok digunakan di tempat-tempat dengan mobilisasi yang tinggi seperti bandara, kantor pemerintahan dan lain sebagainya dalam rangka mencegah penularan wabah Covid-19.

“Jadi, scanner panas ini kami buat untuk di pasang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Namun sebelum kami serahkan ke pihak BIM, tentu kami kembangkan dulu ke people detection. Kalau saat ini perangkat scanner panasnya kan hanya untuk face detection,” ulasnya.

Sementara itu, Direktur PNP Surfa Yondri menyebutkan, perangkat ini dibuat untuk BIM. Karena dalam masa pandemi ini, semua aktivitas bandara harus serba digital.

Salah satu yang diusulkan oleh PNP ke BIM adalah perangkat scanner panas yang dapat mendeteksi panas tubuh manusia.

“Salah satu ciri-ciri masyarakat terpapar Covid-19 adalah demam. Orang demam suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celsius. Nah, suhu tubuh itu dapat dipantau melalui aplikasi scanner panas ini,” kata Surfa Yondri

Selain membuat scanner panas untuk BIM, tambah Surfa Yondri, PNP juga membuat alat pengukur ketinggian air di landasan pacu BIM. Saat ini, katanya, pembuatan alat tersebut masih dalam proses.

“Kemudian, PNP juga memodifikasi roda luncuran garbarata BIM, dan membuat kontrol pengaturan kecepatan di belt conveyor untuk barang yang masuk bagasi,” pungkas Surfa Yondri. (*)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.