Take a fresh look at your lifestyle.

Kucurkan KPR FLPP 2019 Seratus Persen : Bank Nagari Bayar Lunas Kepercayaan Kementerian PUPR

1.115

Padang – Tak salah kiranya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan kepercayaan penuh kepada Bank Nagari dalam memenuhi kebutuhan permintaan rumah layak huni dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Berkat kepercayaan penuh yang diberikan kepada bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu, ditambah komitmen penuh Kementerian PUPR melalui program bantuan pembiayaan perumahan, salah satunya melalui KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dibuktikan dengan ludes tanpa sisa kuota rumah bersubsidi yang diberikan untuk Bank Nagari pada tahun 2019 sebanyak 414 unit di wilayah Sumbar dan Pekanbaru.

Dalam menyalurkan FLPP, Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tahun 2020 telah bekerjasama dengan 37 bank pelaksana, salah satunya Bank Nagari dan Bank Nagari Syariah

Direktur utama (Dirut) Bank Nagari melalui Pemimpin Divisi Kredit Konsumer Banteng Dono Sariro kepada Majalah Intrust menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Kementerian PUPR kepada Bank Nagari.

Diakui Banteng, dengan kepercayaan yang diberikan terhadap Bank Nagari, mendatangkan keuntungan berlipat ganda tidak hanya untuk internal, namun juga untuk masyarakat Sumbar. Dari segi internal salah satunya KPR ini bisa menopang peningkatan penyaluran kredit konsumtif, ditengah kredit konsumtif lainnya yang mulai jenuh.

Dalam artian lainnya dampak positif yang diberikan, masyarakat memperoleh kemudahan dalam kepemilikan rumah layak huni dengan Suku Bunga KPR yang rendah.

Disebutkan Banteng, Bank Nagari pada tahun 2019 mendapat kuota keseluruhan sebanyak 414 unit rumah dengan setara Rp 42,3 miliar. Pada mulanya Bank Nagari hanya mendapat kuota sebesar 264 unit saja, akan tetapi karena tingginya permintaan nasabah, Bank Nagari mendapat tambahan kuota sebanyak 150 unit.

Sementara di tahun 2020 ini Bank Nagari mendapat kuota lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 600 unit setara Rp 64 miliar. Namun kuota sebesar itu dikatakan Banteng masih kurang, karena pihak bank mengusulkan sebesar 1200 unit rumah.

“Pada satu sisi kita mengucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR telah memberikan tambahan kuota lebih besar dibandingkan tahun lalu. Disisi lain kita berharap kuota yang diberikan untuk Bank Nagari hendaknya sesuai dengan usulan. Karena mengingat sangat tingginya permintaan nasabah terhadap bank,” Harapnya.

Banteng sedikit bercerita perihal awal mulanya Bank Nagari sedikit kewalahan dalam menyalurkan KPR FLPP ini. Kendala yang dihadapi yakni masih adanya maindset masyarakat yang menyebutkan bahwa Kredit KPR hanya disalurkan oleh Bank BUMN khusus perumahan. Padahal Kredit KPR FLPP ini sudah bisa disalurkan oleh Bank Nagari, sehingga perlu bekerja keras mengedukasi masyarakat bahwa Bank Nagari bisa memberikan kemudahan pada nasabah dalam menyalurkannya.

“Setelah kita sosialisasi dan edukasi nasabah, baik itu melalui petugas dilapangan, melalui pemerintah daerah dan dinas terkait, serta melalui upaya lainnya, alhamdulillah maindset itu telah berubah. Masyarakat maupun nasabah Bank Nagari yang dahulunya tidak tahu, sekarang jadi tahu. Oleh sebab itulah permintaan KPR FLPP ini tinggi,” Ulasnya.

Keberhasilan ini juga tak lepas dari strategi Bank Nagari dalam menggaet nasabah KPR FLPP, dimana Masyarakat kategori MBR penerima KPR FLPP yang dahulunya dijadikan sebagai objek, saat ini dijadikan subjek.

Dengan strategi yang dijalankan itu jualah, mereka merasa terlayani dengan maksimal walaupun ditengah keterbatasan. Alhasil Non Performing Loan (NPL) KPR FLPP ini sangat rendah, karena kepatuhan dalam membayar cicilan tinggi.

Bank Nagari jelas Banteng juga sangat memperhatikan betul mutu dan kualitas rumah yang dibangun developer sesuai dengan standar ukuran Kementerian PUPR. Yakni rumah harus memenuhi ketentuan teknis bangunan dan kelayakan bangunan, seperti keselamatan, kesehatan, luas minimum, serta sistem pencahayaan rumah.

Lalu Bank Nagari juga tentunya mengaplikasikan semua syarat yang telah ditetapkan kementerian, diantaranya adalah membantu mengedukasi nasabah menggunakan aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan)

“Masyarakat khususnya nasabah masih belum terbiasa dengan aplikasi SiKasep ini. Melalui petugas bank, kita berupaya menuntun nasabah agar mendapatkan edukasi yang baik menggunakan aplikasi ini,” Pungkasnya.(ridho)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.