Take a fresh look at your lifestyle.

Normalisasi Batang Lembang Butuh Rp 200 Miliar

350

Solok – Banjir besar menggenangi Kota Solok dan Kabupaten Solok dalam kurun waktu dua minggu belakangan. Banjir diakibatkan mengganasnya Sungai Batang Lembang. Dampak negatif akibat banjir bukan hanya merugikan materil berupa sawah dan ternak warga yang hanyut, namun telah memakan korban jiwa.

Banjir terparah dalam kurun waktu satu dekade terakhir ini membuat Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, meminta kepada Pemko Solok dan Pemkab Solok untuk segera menyelesaikan persoalan lahan dengan baik, agar sungai Batang Lembang bisa di normalisasi.

Disamping itu juga Nasrul Abit meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk membantu normalisasi Batang Lembang, agar banjir menahun yang kerap menggenangi dua daerah ini bisa diminimalisir dampaknya.

Sungai Batang Lembang yang memiliki panjang 42 km harus dilakukan normalisasi. Sepanjang 11 km diantaranya masuk dalam wilayah Kota Solok, sedangkan 32 km sisanya berada di kawasan Kabupaten Solok.

“Kebetulan saya dalam perjalanan menuju Sijunjung untuk menghadiri HUT. Berhubung dapat kabar Solok terkena banjir, saya langsung kesini menemui masyarakat terdampak banjir. Saya minta Pemkab Solok dan Pemko Solok selesaikan lahan. Saya juga sudah telepon Kepala BWSS V untuk membantu normalisasi,” Ujar Nasrul Abit.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk bersiaga menghadapi bencana alam, yang datang tanpa diduga karena cuaca dan iklim hujan yang masih terjadi hingga Maret.

Ditempat terpisah, Kepala BWS Sumatera V Maryadi Utama melalui PPK Sungai Pantai II SNVT PJSA IAKR Nuriman menyebutkan, pekerjaan normalisasi Batang Lembang telah dilakukan sejak 2018 lalu. Rinciannya tahun 2018 dianggarkan sebesar Rp 3,8 miliar lebih, tahun 2019 Rp 7,7 miliar lebih, serta tahun 2020 Rp 7 miliar lebih.

Pihaknya menganalisa, banjir disebabkan karena terjadinya penyempitan sungai, pendangkalan sungai, serta rusaknya daerah tangkapan hujan di wilayah hulu sungai. Selain itu juga karena drainase yang kurang tertata dengan baik.

Jika dibenahi secara keseluruhan, normalisasi Batang Lembang membutuhkan anggaran Rp 200 miliar. “Sudah dimasukkan dalam Renstra 2020-2024,” ungkapnya.(ridho)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.