Take a fresh look at your lifestyle.

Prodi UPW PNP Dapat Hibah Dari Dirjen Pendidikan Vokasi

438

Padang – Program Studi (Prodi) Usaha Perjalanan Wisata di Politeknik Negeri Padang (PNP) berhasil mendapatkan dana hibah sebesar Rp1,7 miliar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayan RI untuk program penguatan prodi Studi Dikti Vokasi tahun 2020.

“Alhamdulillah kita dapat hibah dari Dirjen Vokasi. Salah satu yang kita angkat adalah pariwisata berbasis kearifan lokal. Jadi nanti kita akan bekerjasama dengan pihak industri pariwisata untuk melakukan kegiatan, salah satu penguatan kurikulum,” kata Direktur PNP, Surfa Yondri kepada awak media, baru-baru ini.

Surfa Yondri menegaskan, pihaknya ingin me-link-an apa yang dibutuhkan pariwisata supaya kampus tidak berjalan sendiri. Akhirnya mahasiswa setelah tamat tidak tahu apa-apa. Maka PNP harus melakukan pendekatan, berupa kegiatan input kurikulum, prose pemagangan, dan pemenempatan tenaga kerja.

“Dana hibahnya sebesar Rp1,7 miliar untuk program studi Usaha Perjalanan Pariwisata, dan prodi akuntansi. InsyaAllah beberapa hari kedepan PNP akan kontrak dengan Dirjen,” ucap Surfa Yondri.

Lebih lanjut, kata Surfa Yondri, prodi Usaha Perjalanan Wisata PNP yang dikoordinatori oleh Yudhytia Wimeina, dengan Ketua Jurusan Primadona sedang sibuk mengelola hibah Rp1,7 miliar program Penguatan Program Studi Dikti Vokasi.

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan relevansi program studi Usaha Perjalanan Wisata dengan kebutuhan industri dan serapan dan keterpakaian lulusan oleh dunia usaha dan dunia industri.

Untuk mencapai semua itu, Surfa Yondri mengakui dibutuhkan strategi pengembangan pendidikan tinggi vokasi yang antara lain melalui reformasi penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi yaitu peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan tinggi vokasi melalui kemitraan strategis dengan industri.

“Program ini akan difasilitasi Kemendikbud melalui peningkatan kualitas dan relevansi sarana prasarana di prodi tersebut,” imbuh Sufra Yondri.

Adapun salah satu persyaratan perguruan tinggi pengusul program ini adalah memiliki rekam jejak kerjasama dengan industri dan dunia kerja pada proses pendidikan, baik untuk kurikulum maupun magang di industri dan dunia kerja melalui pendekatan pendidikan berbasis, misalnya, dual system (3-2-1 atau 5-2-1 atau yang sejenis) atau teaching industry yang dibuktikan dengan MoU, MoA atau SPK.

“Jadi sebetulnya kamilah yang mesti mengundang Bapak Ibu ke kampus ini karena kebutuhan tersebut, bukan GIPI,” tukasnya. (*)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.