Take a fresh look at your lifestyle.

Tak Zaman Lagi Septic Tank Seumur Hidup

163

Ir.Reri L Tanjung MM
Pemimpin Umum Majalah Intrust

Padang – Pembangunan infrastruktur sanitasi merupakan salah satu program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan akses sanitasi layak, kesehatan masyarakat pun terjaga dengan baik.

Sementara itu merubah prilaku masyarakat yang selama ini Buang Air Besar Sembarangan (BABS) serta saat ini menggunakan sanitasi yang layak merupakan tugas dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2017, akses sanitasi layak di Indonesia tahun 2017 mencapai 76%. Tersedianya infrastruktur sanitasi diharapkan mengurangi jumlah praktek Buang Air Besar Sembarangan di Indonesia yang masih banyak dilakukan masyarakat.

Menurut World Health Organisation (WHO) dikutip dari solopos.com, Indonesia menempati peringkat ketiga negara yang memiliki sanitasi terburuk/tidak layak pada 2017, sementara peringkat pertama ditempati India dan peringkat kedua Tiongkok.

Berbagai upaya dilakukan oleh pihak terkait,
agar masyarakat bisa merubah prilaku mereka dan menyadari pentingnya menggunakan sanitasi yang layak, disamping ditunjang oleh infrastruktur yang layak pula.

Salah satu penunjang sanitasi adalah adanya septic tank untuk menampung air limbah yang digelontorkan dari water closet (wc). Masyarakat perkotaan rata rata sudah menggunakan septic tank , sementara masyarakat pedesaan juga sudah mulai memasang septic tank.

Hanya saja septic tank yang dipasang masyarakat pada umumnya belum memenuhi standar. Pasalnya septic tank yang digunakan masyarakat, boleh dikatakan septic tank seumur hidup. Dalam artian, begitu dibangun tak pernah disedot lumpur tinjanya.

Padahal menurut standar WHO, idealnya septic tank disedot sekali dalam tiga tahun. Infrastruktur septic tank pun harus dibuat dalam tiga ruangan. Ruangan pertama untuk penampungan lumpur tinja, ruangan kedua untuk pengolahan tinja, serta ruangan ketiga air biasa yang siap dibuang ke drainase.

Jadi petugas yang diberikan wewenang untuk menyedot lumpur tinja, hanya akan menyedot di ruang pertama.(*)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.