Take a fresh look at your lifestyle.

Pasca Ditimpa Bencana, BPJN III Padang Bakal Perbaiki Ruas Jalan Silokek Geopark

644
Bahu dan Badan Jalan Mengalami Sliding, Karena Kontur Tanah Labil

Padang – Ruas jalan menuju kawasan wisata Silokek Geopark di Kabupaten Sijunjung mengalami kerusakan cukup parah di beberapa titik, pasca curah hujan yang sangat tinggi terjadi pada pertengahan Februari lalu.

Kerusakan diakibatkan karena banjir besar melanda daerah tersebut akibat meluapnya Batang Kuantan, ditambah bencana tanah longsor yang menimpa badan jalan, serta beberapa titik bahu jalan mengalami terban. Bahkan satu spot ruas jalan di KM 11 sempat tidak bisa dillalui kendaraan, akibat kerusakan yang ditimbulkan.

Desi warga sekitar Silokek Geopark kepada Majalahintrust.com Minggu (1/3/2020) mengatakan, akibat dari banjir besar yang melanda kawasan Silokek, ia terpaksa menutup warung makan yang dimilikinya. Karena air sungai sampai ke warung dan badan jalan.

“Airnya sangat besar, terpaksa warung ditutup karena tidak bisa jualan. Disamping itu juga tidak ada yang datang kesana. Ini saya baru buka warung. Kira kira ada satu mingguan lah saya tidak berjualan,” Ucap Desi sambil melayani tamu penggiat wisata yang di pimpin Prof.Febrin Anas Ismail yang juga Mantan Wakil Rektor Unand.

Bahu Jalan Dilapisi Kawat Bronjong Terban Dihanyutkan Air Sungai

Sementara Fauzan wisatawan dari Padang mengatakan, ruas jalan menuju Silokek Geopark terlihat banyak yang rusak. Sehingga harus berhati-hati untuk sampai ke Pasir Putih ini. Bahkan satu titik jalan yang rusak parah, membuat mobilnya kewalahan melewati ruas jalan itu.

“Saya lihat tadi banyak badan jalan maupun bahu jalan yang rusak. Bahkan material longsor juga ada di pinggir jalan. Pengendara haruslah hati hati melewati jalan disini,” ungkap Fauzan yang sudah dua kali mengunjungi kawasan wisata geopark itu mengingatkan.

Ia sendiri betah mengunjungi Wisata Silokek Geopark, karena membuat pikiran menjadi tenang dengan kondisi tempat wisata yang masih asri. Disamping itu juga disana juga bisa melakukan aktiftas memancing di sungai Batang Kuantan

“Kalau ke Silokek, membuat pikiran menjadi fresh dengan melihat pemandangan alam disana. Apalagi memancing juga bisa disana. Cukup banyak ikan disana, ada ikan nila, ikan patin, dan ikan bauang. Hanya saja air disana sangat keruh, yang sedikit mengurangi keindahan alam Silokek,”tukasnya.

Bahu Jalan Terban Karena Labilnya Lereng Jalan

Wali Nagari Silokek Mardison mengatakan, pihaknya bersama masyarakat berharap, Pemkab Sijunjung segera memperbaiki kondisi ruas jalan tersebut, karena ruas jalan itu selain jalur alternatif menuju Sumpur Kudus, juga merupakan akses menuju Geopark Ranah Minang Silokek.

“Kerusakan jalan ini sudah kita laporkan ke BPBD Kabupaten Sijunjung, semoga cepat di perbaiki,” katanya.

Ditempat terpisah, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang Aidil Fiqri mengakui, ruas jalan Silokek yang dikerjakan tahun 2019 lalu melalui dana APBN juga mengalami imbas, akibat dari bencana alam yang terjadi di kawasan wisata disana.

Rambu Peringatan Jalan Amblas di Silokek Geopark

Ia mengatakan, ruas badan jalan yang pecah atau terbelah di beberapa titik disebabkan karena adanya sliding di tanah dasar dan lereng bawah. Bisa jadi disebabkan karena kondisi tanah yang labil, atau karena pengikisan tebing sungai, yang membuat rentan terjadinya pergerakan tanah.

Adanya tanah longsor dari perbukitan maupun bahu jalan yang terban disebutkan Aidil juga disebabkan karena lereng perbukitan masih labil. Karena kontur tanah yang tidak stabil membuat tanah pun juga rentan mengalami pergerakan.

“Bisa kita lihat disana kondisi eksisting jalan ada yang bahunya terban kebawah. Drainase yang sudah dibuat tertimbun oleh tanah, karena lereng bukit longsor. Bahkan jalan yang sudah diaspal sesuai dengan spesifikasi yang telah dikerjakan rekanan, juga mengalami retak maupun terbelah karena kontur tanah yang labil tadi. Itu murni bencana alam,”kata Aidil.

Bahu Jalan Beton yang rusak serta jejak kaki hewan ternak

Lebih lanjut Ia juga mengungkapkan, adanya bahu beton di satu titik yang mengalami kerusakan, terjadi bukan karena bencana alam. Tapi itu karena bekas injakan hewan ternak seperti kerbau maupun sapi warga sekitar, ketika sedang dalam proses pekerjaan pengecoran. Karena terlihat jelas jejak kaki hewan ternak masih tertinggal di sekitar bahu beton yang mengalami kerusakan.

“Intinya rekanan bakal memperbaiki kerusakan yang terjadi disana walaupun pekerjaan sudah PHO akhir tahun lalu, karena saat ini sudah masuk masa pemeliharaan hingga akhir Desember 2020. Saat ini rekanan sedang persiapan untuk melakukan perbaikan,” Tutupnya.(ridho)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.