Take a fresh look at your lifestyle.

Venue Aquatic Kelas Dunia Lahir dari Timur Indonesia

1.357

Jayapura – Venue aquatic yang bakal dipakai untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 mendatang, dinyatakan lulus sertifikasi internasional.

Kelulusan sertifikasi itu menyusul assesment oleh Mr. Xavier Bertran, Project Director Fluidra Engineering Services yang bermarkas di Barcelona, Spanyol. Proses sertifikasi dilaksanakan secara daring lewat video zoom.

Sementara di venue, penilaian dilakukan oleh Direktur Fluidra Indonesia, Novianri Daftuni, dengan didampingi Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Senin sore, 27 Juli 2020.

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Papua Kementerian PUPR, Anggoro Putro mengatakan Sejarah baru bergema dari Bumi Cenderawasih. Pasalnya, venue yang akan digunakan untuk olahraga aquatic, pembangunannya sudah rampung 100 persen.

Lebih membanggakan lagi, sertifikasi dilakukan pada tiga kolam, yakni kolam tanding, loncat indah, dan kolam pemanasan. Venue aquatic dinyatakan lulus rekor internasional dan akan dicatat di asosiasi renang dunia.

Pembangunan venue dengan nilai kontrak 401 miliar itu dimulai sejak tanggal 7 Desember 2018, dan rampung pada Juli 2020.

Venue dibangun di atas lahan seluas 23.124 meter persegi, dengan luas bangunan 17.733 meter persegi. Daya tampung tamu di dalam venue mencapai 1.722 kursi.

“Secara garis besar sudah selesai semuanya. Akhir kontrak pada akhir Agustus 2020 nanti. Puji syukur ini bisa diselesaikan di tengah pandemi Covid-19. Jadi tidak mudah, tapi luar biasa. kami jamin setiap rekor dunia bisa langsung dicatatkan di sini,” kata Anggoro.

Wakil Ketua Umum PRSI, Sarman Simanjorang mengatakan penilaian dilakukan menggunakan alat ukur super canggih berupa theodolite digital dari Spanyol. Operator mengoperasikan teodolite di satu titik, dan mengukur hal teknis seperti panjang kolam, lintasan lebar, kedalaman, bahan yang dipakai, sudut kemiringan, suhu air, pencahayaan dan tribun.

“Ada alat dari spanyol untuk mengukur tadi, dan mereka cek langsung dari spanyol via streaming. Pada prinsipnya sudah sesuai dengan standar internasional,” kata Simanjorang kepada wartawan, usai menandatangani berita acara sertifikasi.

Dia berharap, dengan adanya kolam yang megah itu akan mampu melahirkan atlet renang berprestasi dari Papua yang membawa nama baik daerah dan Indonesia di mata dunia.

“Kami dari PRSI meminta agar kolam ini bisa betul dimanfaatkan dan dirawat karena di indonesia belum banyak seperti ini. Ini yang ketiga termegah setelah GBK dan ragunan. Untuk luar Jawa, ini yang pertama berdiri megah,” pintanya. (*)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.