Take a fresh look at your lifestyle.

Sah, PSSB Tahap Kedua Sumbar Berlaku Selama 24 Hari

1.487

Padang – Sah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat secara resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei.

Semua kepala daerah dalam rapat video conference yang di gelar pada Selasa (5/5) sepakat untuk melanjutkan PSBB. Agar Sumbar bisa memutus rantai penyebaran virus corona.

“Tadi kami rapat bersama bupati, wali kota dan Forkopimda, kesimpulannya bahwa PSBB di Sumbar diperpanjang hingga 29 Mei,” ujarnya usai video conference di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (5/5/2020).

PSBB tahap kedua ini sebut Irwan, akan menjalankan  Peraturan Permenhub RI Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020 dengan tegas. Kebijakan itu mengikuti kebijakan nasional yang diterapkan sejak Jumat 24 April hingga 31Mei 2020 mendatang.

“PSBB akan mempertegas peraturan menteri perhubungan dan peraturan menteri kesehatan,” ucap gubernur Sumbar dua periode ini.

Selain mempertegas aturan, pihaknya juga memberikan kelonggaran bagi daerah yang tidak ada kasus positif Covid-19. Daerah tersebut bisa melaksanakan aktivitas dengan memperhatikan protokol kesehatan, seperti tidak adanya orang dari luar masuk ke daerah tersebut.

“Jadi, diberikan peluang bagi bupati wali kota untuk melakukan local wisdom dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, penerapan PSBB juga berpeluang diperpanjang untuk tahap ke-3. Namun keputusan itu akan memperhitungkan sejumlah kemungkinan yang akan terjadi.

Diketahui, PSBB tahap pertama di Sumbar mulai diterapkan 22 April sampai 5 Mei 2020. Tahap kedua PSBB lebih lama lagi, akan dimulai 6 April dan berakhir hingga 29 Mei 2020.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Sumbar Rial Supargo berharap PSBB tahap kedua lebih diperketat lagi . Masyarakat juga diminta untuk lebih patuh pada aturan dan petunjuk PSBB.

Jangan sampai juga Pemprov Sumbar mengizinkan beberapa pihak menggelar acara dengan mendatangkan massa lebih banyak, dengan dalih bermacam-macam.

“Jangan sampai Pemprov mengizinkan acara mengundang banyak massa, seperti pemilihan Rektor UNP yang digelar beberapa waktu lu mengundang massa lebih 100 orang, ” Tegasnya. (Ridho)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.